Friday, 31 October 2014

Manusia dan Tanggung Jawab

A.    PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
            Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
            Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggungjawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
            Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau Belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya,berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
            Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untuk memperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B.   MACAM-MACAM  TANGGUNG JAWAB
            Manusia  itu berjuang  memenuhi  keperluannya  sendiri atau untuk keperluan  pihak lain. Untuk  itu ia manghadapi  manusia  lain dalam masyarakat  atau menghadapi  lingkungan  alamo Dalam usahanya  itu manusia juga menuadari  bahwa ada kekuatan  lain yang ikut menentukan yaitu  kekuasaan   Tuhan.   Dengan  demikian  tanggung  jawab   itu  dapat  dibedakan   menurut keadaan  manusia  atau hubungan  yang dibuatnya.  Atas dasar  ini, lalu dikenal  beberapa jenis tanggung  jawab,  yaitu  :

(a)  Tanggung jawab terhadap diri sendiri
            Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran  setiap orang untuk memenuhi kewajibannya  sendiri dalam mengembangkan  kepribadian  sebagai  manusia pribadi. Dengan demikian  bisa memecahkan  masalah-masalah  kemanusiaan  mengenai  dirinya sendiri Menurut sifat dasamya  manusia  adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan  seorang  pribadi  maka  manusia  mempunyai pendapat  sendiri, perasaan sendiri angan-angan  sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat  dan  bertindak.  Dalam hal ini manusia tidak luput  dari  kesalahan,  kekeliruan,baik yang  disengaja maupun tidak.

 (b)  Tanggung jawab terhadap keluarga
            Keluarga  merupakan  masyarakat  kecil. Keluarga  terdiri dari suami-istri.  ayah-ibu  dan anak-anak.  dan juga  orang lain yang menjadi  anggota keluarga.  Tiap anggota  keluarga  wajib bertanggung jawab  kepada keluarganya. Tanggung jawab  ini menyangkut  nama baik keluarga. Tetapi tanggung  jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan. pendidikan, dan kehidupan.

            Ditinjau  dari segi moral hal ini tidak bisa diterima  karena  melacurkan diri  tennasuk   tindakan  di kutuk,  tetapi  dari  segi  tanggung  jawab   ia tennasuk   orang  yang  dipuji.  karena  demi  rasa  tanggung  jawabnya terhadap  keluarga  ia rela berkorban  menjadi  manusia  yang  hina  dan dikutuk.

 (c) Tanggung  jawab terhadap Masyarakat
            Pada hakekatnya  manusia  tidak bisa hidup tanpa bantuan  manusia  lain. sesuai dengan kedudukannya   sebagai  mahluk  sosial.  Karena  membutuhkan   manusia  lain  maka  ia  hams berkomunikasi  dengan  manusia  lain  tersebut.  Sehingga  dengan  demikian  manusia di  sini merupakan  anggota masyarakat  yang tentunya mempunyai  mempunyai tanggung jawab  seperti anggota masyarakat  yang lain agar dapat melangsungkan  hidupnya dalam masyarakat  tersebut Wajarlah  apabila segala tingkah laku dan perbuatannya  harus dipertanggung  jawabkan  kepada masyarakat.

 (d). Tanggung jawab  kepada  Bangsa / Negara
            Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu  adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung  jawab kepada negara.

 (e). Tanggung jawab terhadap Tuhan
            Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya  manusia mempunyai tanggung jawab Iangsnng ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman  Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab sud melalui berbagai macam agama Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah  Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya  dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai penciptanya,  bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.


C.   PENGABDIAN  DAN  PENGORBANAN
            Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.  Pengabdian  dan pengorbanan  adalah perbuatan baik untuk kepentingan  manusia itu sendiri.

(a).  Pengabdian
            Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan  kesetiaan,  cinta, kasih sayang, hormat,  atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan  ikhlas.
            Pengabdian   itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung  jawab. Apabila  orang  bekerja keras  sehari  penuh  untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti  mengabdi  kepada  keluarga.
            Lain halnya jika  kita membantu ternan dalam kesulitan,  mungkin  sampai  berhari-hari itu bukan  pengabdian  tetapi hanya bantuan saja.
            Manusia tidak ada dengan sendirinya,tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti  penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Pengabdian kepada agama atau kepadaTuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun di ladang Tuhan karena kesadaran moralnya,karena panggilanTuhan. Mereka meningggalkan keluarganya dan tidak akan berkeluarga,  Sehingga hampir seluruh waktu waktu, pikiran, tenaga maupun kegiatan hanya tercurah untuk memuliakan Tuhan. Dalam agama yang tidak membedakan manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati ditempatkandi daerah – daerah yangjauh dan terpencil.Semuanya dilakukan dengan semboyan tugas sud. Selain pada gereja Katolik,pada agama Budha juga dikenal biarawati atau biarawan dengan sebutan bhiksu dan bhiksuni dengan cara kehidupan yang tidak jauh berbeda.
            Pengabdian kepada negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercusuar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil terpencil dari masyarakat ramai, sementara ito sctiap ban tiupan angin kencang dan laut tidak pernah bernenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam rnengabdikan diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri di kota tidak dapat dirasakan,mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti tahunan. Kesenangandan kegembiraansesamapegawai negri haanya mereka bayangkan secara terang di alam yang demikian sepi. Anak-anak mereka sulit berkembang sebagai mahluk sosial, dan tebatas untuk dapat mengembangkan diri akibat terpencilnya tempat tinggalnya. Dengan membandingkanmereka dan kehidupan kawan-kawannya di kota atau di tempat yang lebih enak terasa arti pengorbanan mereka demi keselamatan manusia lain, bangsa dan negara sendiri.

 (b).  Pengorbanan
            Pengorbanan  berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian.  Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
            Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan  kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana  scmestinya  wajib berkorban. 
            Perbedaan antara pengertian pcngabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian  tentu ada pengorbanan.  Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi  untuk kala pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
            Pengorbanan  merupakan  akibat dan pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran,  perasaan,  bahkan  dapat juga  berupa jiwanya.  Pengorbanan  diserahkan  secara  ikhlas tanpa  pamrih,  tanpa  ada perjanjian,  tanpa  ada transaksi,  kapan  saja diperlukan.
            Pengabdian  lebih banyak  menunjuk  kepada  perbuatan  sedangkan,  pengorbanan   lebih banyak menunjuk  kepada pemberian  sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu.   Dalam  pengabdian   selalu  dituntut  pengorbanan,tetapi  pengorbanan belum tentu menuntut  pengabdian.
            Kesediaan seorang   guru sekolah dasar ditempatkan di  pelosok terpencil daerah transmigrasi, adalah pengabdian yang juga menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena  ia mengajar disitu  tanpa  menerima  gaji dari  pemerintah, tanpa  diurus  oleh pihak berwenang  usul pengangkatannya,  ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat  / bangsanya.  Ia hanya menerima  penghargaan  dan belas kasihan dari masyarakat setempat.  Pengorbanan   yang  ia berikan  berupa  tenaga, pikiran,waktu untuk kepentingan anak  didiknya.

Pengalaman

Ketika kita kecil, kita diasuh oleh kedua orangtua kita dengan penuh rasa kasih sayang. Mereka menjaga dan bertanggung jawab atas kita hingga kkita beranjak dewasa dan mencoba untuk hidup sendiri. Saat akhirnya kita mampu hidup dengan kaki kita sendiri  dan menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Sampai saat itu kedua orang tua kitalah yang berjasa dan bertanggung jawab atas kita, tetapi akan datang saatnya nanti kita bertanggung jawab atas kedua orang tua kita saat mereka beranjak tua. Itulah yang dilakukakn oleh ibu saya, ia dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab menjaga orangtuanya dimasa tua hingga mereka tutup usia. Seperti itu lah siklus kehidupan,  saat kita kecil kita tanggung jawab orangtua, dan ketika kita dewasa nanti kedua orangtua kita menjadi tanggung jawab kita, dan begitu juga setelah kita memiliki anak dan kita lambat laun beranjak lansia. Jangan sampai kita sibuk beranjak dewasa dan tanpa kita sadari kedua orang tua kita juga beranjak menua.

Sunday, 26 October 2014

Manusia dan Harapan

A.   Pengertian Harapan

1.      Menurut Dr. M. Munandar Soelaeman dalam buku berjudul Ilmu Budaya Dasar suatu pengantar mengatakan bahwa harapan merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan, supaya sesuatu itu terjadi.(2007:106)
2.      Menurut Eddy Subandrijo dalam bukunya Ilmu Budaya Dasar tahun 2000 tentang manusia dan harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan kepada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa
3.      Menurut Drs.Mawardi dan Ir.Nur Hidayati dalam buku yang berjudul Ilmu Alamiah Dasar ,Ilmu Sosial Dasar,dan Ilmu Budaya Dasar (2000:181) mengatakan Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan terjadinya sesuatu.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan pengertian dari harapan adalah suatu keinginan agar cita-citanya tercapai.

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat. Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya.
Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. kelangsugnan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita

B.   Sebab Manusia Mempunyai Harapan

Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
1. Teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2. Teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.


Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. kepercayaan pada diri sendiri
2. kepercayaan padaorang lain
3. kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan pada Tuhan

C. Pengertian Doa

1. Menurut Hebert Bisno (1969)
metode adalah teknik-teknik yg digeneralisasikan dgn baik agar dapat diterima atau digunakan secara sama dalam satu disiplin, praktek, atau bidang disiplin dan praktek.
2. Menurut Max Siporin (1975)
Metode adalah sebuah orientasi aktifitas yg mengarah kepada persyaratan tugas-tugas dan tujuan-tujuan nyata.
3. Menurut Depatemen Sosial RI
Metode adalah cara teratur yg digunakan utk melaksanakan pekerjaan agar tercapai hasil sesuai dgn yg diharapkan.

D. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidakbenaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya..

E. Kepercayaan dan Usaha Untuk Menyelesaikannya
Menurut pandangan bidang logika kebenaran memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda yaitu menyesuaikan kesamaan pemahaman antara keputusan dengan objek yang diketahui benar-benar terbukti (kebenaran logis). Kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada kesamaan pemahaman antara keputusan dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:

1.      Orang yang mengutarakan putusan keliru.
2.      Orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.
Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan terdiri atas:

1.      Kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakekatnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
3.      Kepercayaan pada pemerintah, Menurut buku etika, Filsafat Tingkah karya Prof. I.R. poedjawiyatnya. Negara itu berasal dari Tuhan. Setidaknya kedaulatan tertinggi ada pada Tuhan. Namaun pada pandsangan demokratis mengatakan bahawa kedaulatan adalah milik rakyat. Dan penjelmaan rakyat adalah negar melelui pemerintahan khusus.
4.      Kepercayaan kepada Tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak.

F.      Kebenaran
Kebenaran sangat penting bagi manusia, karena memiliki arti khusus bagi hidupnya. Kebenaran merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” sebuah pengantar populer, ada 3 teori kebenaran, yaitu :

1.      Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

2. Teori Korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

3. Teori Pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.


Pengalaman


Manusia pasti memiliki harapan, harapan yang diperjuangkan untuk dicapai. Dan ini adalah pengalaman saya mengenai harapan, saya memiliki harapan yang sangat banyak dan saya tahu itu tidaklah mudah dicapai. Dibutuhkan banyak pengorbanan dan usaha yang sangat keras demi mencapai semua harapan saya. Dan saya juga telah berjuang dengan sungguh-sungguh serta bertekad tidak akan menyerah, karena saya yakin setiap harapan yang diiringi dengan usaha keras dan doa, pasti akan terwujud. Allah SWT tahu bagaimana kesungguhan kita dan tekad kita, maka dari itu kita jangan pernah menyerah untuk meraih harapan atau cita-cita kita. Saya dahulu pernah gagal dalam sekolah, saya dahulu sempat belajar di SMA terfavorit di daerah saya, sewaktu saya duduk di kelas 10 SMA saya tidak berusaha dengan keras, saya tidak mampu bersaing dengan teman-teman saya, dan akhirnya saya harus pindah sekolah. Itu adalah kegagalan yang besar untuk saya, orangtua saya benar-benar kecewa. Untuk itu saya benar-benar bertekad untuk terus berjuang walaupun sesulit apapun cobaan yang harus saya hadapi, tapi usaha saja tidaklah cukup setiap harapan haruslah dilandasi dengan keyakinan yang sangat kuat, karena keyakinan itulah yang akan memberi kita kekuatan dalam berjuang. Yakin bahwa semua harapan dan cita-cita kita akan tercapai, niscaya Allah SWT akan memberi jalan dan ridho untuk kita.

Thursday, 9 October 2014

Manusia dan Penderitaan

        Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita, yang berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa lahir atau batin, atau justru lahir batin. Penderitaan adalah realitas yang dihadapai manusia di dunia, penderitaan ada yang berat, ringan, dan sedang. Penderitaan akan dialami semua orang, hal itu adalah risiko hidup di dunia ini. Tuhan memberikan kesenangan dan kebahagiaan untuk umatnya, tapi sesekali Tuhan juga memberikan cobaan penderitaan kepada umatnya agar umatnya sadar dan tidak berpaling setelah mendapatkan kebahagiaan.
Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita:
1.      Pemutusan hak kerja  : Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya
2.      Kehilangan orang tua : Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.
3.    Kemiskinan :  Dalam hal ini mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan.namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk dengan tugas masing”,tidak ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata ” makan ga makan yang penting kumpul”.
4.      Bencana   :  Tidak ada yang dapat menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT. Bencana yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun  seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya seperti sedia
.                       Siksaan
Siksaan dapat berupa siksaan jasmani atau rohani, akibat siksaan itu maka timbulah penderitaan. Dengan siksaan itu bukanlah berarti Allah sedang menyiksa hambanya, karena semua siksaan adalah karena dosa umat Allah itu sendiri. Siksaan yang bersifat psikis misalnya:
1.      Kebimbangan
Kebimbangan adalah perasaan bingung yang dirasakan seseorang untuk menentukan pilihan.
2.      Kesepian
Kesepian dirasakan seseorang apabila dia merasa sepi dalam dirinya walaupun sebenarnya ia ada di tempat yang ramai.
3.      Ketakutan
Ketakutan adalah bentuk lain yang menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Dan bila rasa takut itu semakin besar maka akan menimbulkan phobia.
   Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah penderitaan batin, kekalutan mental dapat diartikan sebagai gangguan jiwa seseorang karena tidak mampu menghadapai persoalan atau masalah hidup yang dihadapi. Dan dampaknya adalah orang itu bertingkah secara kurang wajar.
Sebab terjadinya kekalutan mental antara lain sebagai berikut:
·         Kepribadian yang lemah,  kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna akan menyebabkan seseorang merasa rendah diri dan lama kelamaan akan menyudutkan dirinya sendiri dan akhirnya menghancurkan mentalnya.
·         Terjadinya konflik sosial budaya, hal ini terjadi bila perbedaan norma seseorang dengan norma yang ada dalam lingkungan hidupnya, sehingga ia tidak bisa beradaptasi.
·         Cara pematangan batin,  cara pematangan batin berperan penting dalam kekalutan mental karena, karena disetiap cara yang berbeda maka akan memberikan reaksi yang berbeda pula.

         Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, yang berat maupun ringan. Penderitaan adalah bersifat kodrati. Manusia harus berusaha dengan sendirinya untuk menghadapi atau menghilangkan penderitaan tersebut. Penderitaan disebut kodrat karena  sudah menjadi konsekuensi manusia yang hidup di dunia, manusia tidak hanya untuk bahagia tapi juga untuk merasakan derita. Manusia harus berjuang untuk melewati derita itu, agar manusia bisa meraskan kembali kebahagiaannya.                                                                         PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN

Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia. Penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.

Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.

        HUBUNGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN

Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.
Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka. Adapun akan lebih jelas akan dibahas sebagai berikut.









Friday, 3 October 2014

Manusia dan Cinta Kasih

v  Pengertian Cinta Kasih
Cinta dan kasih adalah perasaan sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh rasa belas kasihan. Cinta itu lebih lebih mengandung pengertian rasa yang mendalam, sedangkan kasih adalah bentuk perwujudan cinta yang mendalam. Cinta memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena cinta adalah landasan dalam terjadinya sebuah ikatan persatuan dua insan dalam pernikahan, pembentuk keluarga, dan pemeliharaan anak setelah nantinya memiliki keturunan.

v Cinta Menurut  Ajaran Agama
Manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini, karena praktik cinta sebagai dasar kehidupan masih jauh dari yang sering kita katakan dan kita cita-citakan. Ini adalah beberapa bentuk cinta menurut kitab suci Al Qur’an.
1.      Cinta Diri
Cinta diri, adalah hasrat manusia untuk mencintai dirinya sendiri. Manusia akan menghindari hal-hal yang bersifat merugikan atau membahayakan dirinya sendiri, dan berusaha meraih hal-hal yang membuat atau mendatangkan kebaikan pada dirinya sendiri. Itu adalah bukti bahwa manusia memiliki rasa cinta kepada dirinya sendiri.
2.      Cinta kepada Sesama Manusia
Manusia tidak boleh hanya mencintai dirinya sendiri, dan mengutamakan egonya sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dan dalam kehidupan sosial itu manusia haruslah bisa menciptakan keserasian dan keharmonisan. Karena itulah manusia juga harus bisa saling sayang menyayangi dan cinta mencintai antar manusia.
3.      Cinta Seksual
Dorongan seksual pasti sangat berkaitan dengan rasa cinta, karena inilah sepasang orang dewasa yang matang dan telah menikah akan terdorong untuk melanjutkan keturunan. Lewat dorongan seksual inilah sebuah kehidupan berawal, sepasang manusia menikah membentuk keluarga dan melahirkan keturunannya, dan akan terus berkembang menjadi masyarakat dan bangsa yang besar, hingga kebudayaan dunia terbentuk.
4.      Cinta Kebapakan
Dorongan kebapakan terhadap putra-putrinya tidaklah secara fisiologis seperti halnya seorang ibu pada anaknya, tapi dorongan secara psikis. Dorongan ini terlihat jelas dalam cinta bapak kepada anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya.
5.      Cinta Kepada Allah
Cinta manusia yang paling jernih, dan spiritual adalah cintanya kepada Allah. Cintanya kepada Allah tidak hanya ditunjukan dengan shalat, pujian, dan doa, tapi tindakan dan tingkah lakunya hanya ditujukan kepada Allah.
6.      Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagal sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia. dan membawa kemanusiaan dan kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

v  Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan rasa cinta yang didambakan setiap individu du dunia. Salah satunya adalah rasa kasih sayang orang tua kepada anaknya dan sebaliknya.  Anak yang biasanya kekurangan rasa kasih sayang cenderung melakukan hal-hal yang bersifat negatif atau  biasa disebut dengan kenakalan remaja. Hal tersebut dikarenakan anak tersebut kurang mendapatkan perhatian perhatian dari orang tuanya. Mereka kadang sengaja melakukan kenakalan tersebut agar orang tua mereka memperhatikannya. Agar di dalam suatu keluarga bisa tercipta rasa saling sayang dan mengasihi, masing-masing anggota keluarga harus selalu berusaha menciptakan kebahagiaan bagi anggota keluarga yang lain.Contohnya Ibu memberi rasa sayang terhadap bapak dan anaknya, kemudian bapak mencurahkan semua perhatian kepada istri dan anaknya juga. Sementara itu anak bisa memberikan rasa cinta dan hormatnya kepada kedua orang tuanya.

v Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asamara maupun yang sudah berumah tangga. kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta, kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitasmanusia, kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.


v Belas Kasihan

Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa iba sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan atau meringankan beban orang-orang yang mengalami kesulitan atau musibah. Belas kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang sesama manusia. Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong untuk meringkankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan. Sehingga setiap orang dapat merasakan kebahagiaan.

v Cinta Kasih Erotis


Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja. Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan

Friday, 26 September 2014

Pengalaman Budaya ( Bahasa Jawa )

·        Pengalaman Kebudayaan ( Bahasa Jawa )
Menika pengalaman budaya kula wonten ning Yogyakarta, wonten Yogyakarta kathah kebudayaan ingkang terkenal inggih menika upacara sekaten. Upacara sekaten diwontenaken ing keraton kagem mengeti arwah leluhur. Ingkang kaping klalih inggih menika upacara garebeg, upacara menika kangge mengeti dinten Islam. Ingkang kaping tiga inggih menika upacara lelabuhan, upacara menika kangge melarung sesajian wonten ing laut. Ingkang kaping sekawan inggih menika acara rasulan, upacara menika kangge ngucapken rasa syukur kalian Allah SWT, biasanipun disebut bersih desa. Ingkang kaping gangsal menika kesenian jathilan, kesenian menika sering diwontenaken ing acara-acara ageng.

Manusia dan Kebudayaan

·        Manusia
Manusia dapat didefinisikan menjadi banyak sekali penjabaran dan dapat dilihat dari berbagai segi, selain itu manusia juga memiliki kepentingan yang banyak. Manusia terdiri dari beberapa unsur yaitu :
1.      Jasad : Yaitu badan manusia yang nampak secara kasat mata, yang dapat dilihat, dan dipegang.
2.      Hayat : Yaitu mengandung unsur hidup, seperti gerakan dan hal-hal lain yang menandakan suatu kehidupan.
3.      Ruh : Yaitu suatu daya bimbingan tuhan yang bersifat spiritual dan memahami suatu kebenaran dan merupakan suatu kemampuan konseptual yang menjadi pusat lahirnya suatu kebudayaan.
4.      Nafs : Yaitu kesadaran tentang diri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
1.      Id, yaitu merupakan kepribadian yang paling primitif dan paing tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami irasional dan terkait dengan seks yang sering menentukan proses-proses ketidak sadaran.
2.      Ego, yaitu bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, dan sering disebut kepribadian eksekutif  karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
3.      Superego, yaitu struktur kepribadian yang paling akhir, muncul saat usia lima tahun. Superego terbentuk dan berkembang di lingkungan eksternal, tidak seperti Id dan ego.





·         Hakekat Manusia

a)      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan, wujudnya konkrit tapi tidak abadi. Jika manusia meninggal maka tubuhnya juga akan lenyap, tidak seperti jiwa yang ada di dalam tubuh manusia, jiwa akan kembali kepada Tuhan dan tidak akan hancur. Jiwa adalan ruh sebagai sumber kehidupan manusia.

b)     Makhluk ciptaan Tuhan yang paling, sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Manusia dianggap sempurna karena dikaruniai akal, perasaan, dan kehendak dalam dirinya, yang membuat manusia bisa berpikir tentang adap dan budaya. Dengan pikiran, manusia bisa melahirkan suatu teknologi, manusia membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan berkehendak agar menciptakan suatu hal yang baik dan benar. Perasaan manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah perasaaan jasmani melalui panca indera. Perasaan rohani adalah perasaan leluhur yang ada pada manusia. Contoh perasaan leluhur yang ada pada diri manusia:
ü  Perasaan Intelektual
ü  Perasaan Estetis
ü  Perasaan Etis
ü  Perasaan Diri
ü  Perasaan Sosial
ü  Perasaan Religius



c)      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia adalah produk dari faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia bisa dipelajari dari aspek fisik, sedangkan sebagai makhluk budayawi, manusia dipelajari dari aspek sosialnya.

d)     Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, memiliki kualitas dan martabat, karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusia adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungan dan memiliki sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupan estietis, manusia bisa menghasilkan karya yang indah. Dengan etis, manusia dapat menaikan kehidupan estetisnya dalam bentuk pengambilan keputusan yang bebas dan bertanggungjawab. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan. Penghayatan yang semakin tinggi terhadap Tuhan, maka hidupnya akan semakin bermakna.

·         Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,kesenian, moral,hukmum, adatistiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai masyarakat.
A.    Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsur budaya adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Unsur-unsur kebudayaan adalah sebagai berikut:


Ø  Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa   ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

Ø  Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

Ø  Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula.

Ø  Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi.
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.

Ø  Sistem Teknologi dan Peralatan.
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Ø   Bahasa
                  Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.

Ø  Kesenian
                  Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.


·         Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan ada  3 yaitu:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut sistem budaya yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dalam pikiran warga penganutnya.

2.      Kompleks aktivitas:
Wujud ini sering disebut debagai sistem sosial, karena berupa aktivitas yang saling berinteraksi dari manusia satu ke manusia yang lain. Sebagai rangkaian aktivitas manusia dalam masyarakat, sistem sosial bersifat kongkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan.

3.      Wujud sebagai benda:
Dalam aktivitas manusia pasti terdapat penggunaan alat-alat untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai benda yang bergerak











·         Orientasi Nilai Budaya
Sistem niali budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1)      Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem, ada yang berusaha memadamkan hidup,ada pula yang denga pola-pola tertentu menganggap hidup sebagai sesuatu yang baik, atau mengisi hidup.
2)      Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya, bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3)      Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini, atau masa depan.
4)      Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang mengaggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia menyerah kepada alam.
5)      Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada manusia yang mementingkan hubungan mnusia dengan manusia, baik secara hrizontal maupun vertikal. Ad pula yang berpandangan individualistis.









·         Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Hubungan manusia dengan budaya sangatlah erat karena dari kata manusia yang artinya ciptaan Tuhan yang berakal budi yang sangatlah istimewa dari ciptaan Tuhan yang lainnya. Sedangkan Budaya itu sendiri adalah ciptaan manusia yang berasal dari tingkah laku serta lingkungan pada kehidupan manusia itu sendiri sehingga terciptalah kata kebudayaan yang artinya budaya yang diciptakan oleh akal budi manusia, oleh sebab itu budaya dan manusia tidak bisa dipisahkan.
 Tiap manusia pun bisa tanpa disadari bisa membuat budaya dirinya sendiri, melalui akal budi mereka sendiri mereka bisa mempengaruhi orang lain disekitarnya, sehingga dengan seiring waktu berjalan, orang-orang disekitar dia akan memiliki tingkah laku, sifat dan kebudayaan yang hampir sama dengan di











·        Contoh Kebudayaan Yogyakarta

       I.            Rasulan
Rasulan adalah kebudayaan yang masih sangat kental di Yogyakarta, dalam bahasa Indonesia budaya rasulan ini disebut dengan bersih desa. Acara ini biasanya diadakan dimasing-masing desa dengan jangka waktu yang berbeda namun tidak terlalu lama. Saat rasulan ini diadakan desa akan mengadakan banyak sekali kegiatan, kegiatan inti dari rasulan adalah untuk berdoa dan memohon berkah dari Tuhan. Rasulan ini bertempat inti di Keraton Yogyakarta, dan di selenggarakan beberapa hari.

    II.            Jathilan
Jathilan adalah kebudayaan atau kesenian asli dari Yogyakarta. Jathilan adalah sejenis tari-tarian seperti reog ponorogo namun berbeda. Jathilan ini biasanya ada saat acara hajatan, atau rasulan. Jathilan ini sangat banyak terdapat di Yogyakarta, dan berbentuk kelompok kesenian.

 III.            Gumbregan
Gumbregan adalah budaya Yogyakarta yang memiliki tujuan untuk mendoakan hewan ternak agar baik dan menghasilkan. Acara ini sangat unik karena biasanya diadakan bersama anak-anak kecil. Gumbregan ini diadakan di sore hari, dan ada sesepuh desa yang mengajak anak-anak kecil untuk berdoa bersama di dekat kandang hewan ternak.

 IV.            Lelabuhan
Acara lelabuhan adalah acara melarung sesajian ke laut selatan, mitosnya acara ini diadakan untuk persembahan pada Ratu Kidul. Acara ini adalah ungkapan rasa syukur atas keberhasilannya dalam memimpin Kerajaan Mataram Kota Gede, yang masih dilestarikan hingga sekarang.



    V.            Upacara Sekaten
Perayaan upacara sekaten bermula sejak Kerajaan Islam Demak, perayaan ini berupa persembahan sesaji kepada para dewa, disetai dengan mantra-mantra, sekaligus untuk menghormati arwah para leluhur.

 VI.            Upacara Garebeg

Garebeg upacara adat keraton yang diselenggarakan tiga kali dalam satu tahun. Acara ini ditujukan untuk memperingati hari besar Islam. Saat acara ini berlangsung, para abdi dalem keraton membawa gunungan yang berisi hasil pertanian dan diperebutkan oleh warga. Mitosnya barang siapa yang berhasil mendapatkan bagian dari gunungan tersubut maka akan mendapat berkah.